Dorong Kemandirian Petani, YNTM Gandeng Penyuluh TTU dan CIRMA Gelar Pendidikan dan Pelatihan di Desa Faennake

Roman Nopala

3/23/20261 min baca

Upaya memperkuat kemandirian petani terus digencarkan. Yayasan YNTM bersama penyuluh pertanian Kabupaten TTU dan CIRMA menggelar kegiatan pendidikan dan pelatihan bagi empat kelompok tani di Desa Faennake, Kecamatan Bikomi Utara.

Kegiatan ini melibatkan empat kelompok tani, yaitu Kelompok Tani Sejahtera, Tulusene, Tafenpah, dan Ijaokenneno, yang berasal dari Desa Faennake, wilayah Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara.

Manajer YNTM, Heppy Sastra, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam mendorong petani agar lebih mandiri dan mampu mengelola potensi pertanian secara berkelanjutan.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali petani dengan pengetahuan dan keterampilan praktis, sehingga mereka tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi mampu berkembang secara mandiri,” ungkapnya.

Materi pelatihan yang diberikan meliputi Pembuatan Pupuk Kompos Eko Enzim, Administrasi Kelompok Tani, mitigasi perubahan iklim terhadap serangan hama pada Tanaman, Pengenalan Cuaca dan Iklim, Pembuatan Saos Tomat, Kemasan produk olahan makanan, dan pengelolaan lahan berkelanjutan, serta strategi peningkatan hasil panen yang sesuai dengan kondisi lokal. Kegiatan ini juga mengedepankan pendekatan praktik langsung agar peserta dapat dengan mudah mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di lapangan.

Penyuluh pertanian dari Kabupaten Timor Tengah Utara menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas sektor pertanian. Dukungan dari CIRMA turut memperkuat pelaksanaan pelatihan berbasis kebutuhan petani.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para petani di Desa Faennake semakin percaya diri dalam mengelola usaha tani mereka, serta mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan keluarga.

Langkah kolaboratif ini menjadi bukti nyata bahwa pemberdayaan petani melalui pendidikan dan pelatihan merupakan kunci menuju pertanian yang mandiri dan berkelanjutan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. (Romano Nopala)